Strategi Kebijakan Mengurangi Pengangguran Lulusan SMK Di Kota Medan
Article Metrics
Abstract view : 100 timesAbstract
Pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Medan menunjukkan permasalahan struktural yang memerlukan intervensi kebijakan berbasis sistem. Meskipun pendidikan vokasi dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai, data menunjukkan bahwa lulusan SMK justru menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran relatif tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri (skills mismatch), rendahnya keterlibatan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta belum optimalnya regulasi dan insentif daerah dalam mendorong kemitraan pendidikan vokasi. Policy paper ini bertujuan merumuskan strategi kebijakan Pemerintah Kota Medan dalam mengurangi pengangguran lulusan SMK melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja. Analisis permasalahan menggunakan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, Growth), pendekatan logika kebijakan (logic model), adaptasi kerangka Avoid–Shift–Improve, serta tahapan analisis kebijakan sistematis untuk memastikan alternatif kebijakan yang dirumuskan bersifat komprehensif, realistis, dan implementatif sesuai kewenangan pemerintah daerah. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan industri, pemberian insentif bagi perusahaan yang menyerap lulusan SMK, fasilitasi pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja, serta penyusunan regulasi daerah yang mendukung ekosistem vokasi. Implementasi kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan serapan tenaga kerja lulusan SMK, memperkuat daya saing tenaga kerja lokal, dan berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kota Medan secara berkelanjutan.
References
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2024). Data pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan di Kota Medan tahun 2022–2024.
World Bank. (2010). Indonesia skills report: Trends in skills demand, gaps, and supply. Washington, DC: World Bank.
INDEF. (2023). Analisis pendidikan vokasi dan keterlibatan industri di Indonesia. Jakarta.
Stephen McGuinness. (2006). Overeducation in the labour market. Journal of Economic Surveys.
Pemerintah Kota Medan. (2025). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan 2025–2029.
Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK).
Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan. (2024). Laporan pelatihan dan penempatan tenaga kerja.
OECD. (2019). OECD skills strategy implementation guidance for Indonesia. Paris: OECD Publishing.
ILO. (2020). Global employment trends for youth 2020. Geneva: ILO.
UNESCO. (2016). Strategy for technical and vocational education and training (TVET). Paris: UNESCO.
Eric A. Hanushek, & Ludger Woessmann. (2015). The knowledge capital of nations: Education and the economics of growth. MIT Press.
George Psacharopoulos. (1994). Returns to investment in education: A global update. World Development.
Asian Development Bank. (2018). Education and skills for inclusive growth in Asia. Manila: ADB.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Laporan ketenagakerjaan Indonesia.
Asian Development Bank. (2021). Innovative strategies for technical and vocational education and training (TVET). ADB.
Becker, G. S. (1964). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education. University of Chicago Press.
BPS. (2024). Labor force statistics in Indonesia. Badan Pusat Statistik.
Carayannis, E. G., & Campbell, D. F. J. (2009). Mode 3 and quadruple helix: Toward a 21st century fractal innovation ecosystem. International Journal of Technology Management, 46(3–4), 201–234.
International Labour Organization (ILO). (2020). Global employment trends for youth 2020. ILO.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Link and match program in vocational education. Kemendikbud RI.
OECD. (2019). Getting skills right: Future-ready adult learning systems. OECD Publishing.
UNESCO. (2021). Technical and vocational education and training for the future. UNESCO.
World Bank. (2020). Improving workforce skills in Indonesia. World Bank.
Copyright (c) 2026 Hasrat Siduhu Waoma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada jamien."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."





.png)

