Sinergi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Yurisprudensi Mahkamah Agung dalam Penguatan Hukum Kewarisan Beda Agama di Indonesia
Article Metrics
Abstract view : 43 timesAbstract
Isu kewarisan beda agama di Indonesia menimbulkan persoalan normatif dan yuridis yang melibatkan dua otoritas hukum, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Mahkamah Agung (MA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinergi antara Fatwa MUI dan yurisprudensi MA dalam penguatan hukum kewarisan beda agama di Indonesia serta mengkaji kendala implementasinya dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan komparatif-normatif dan sosiologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap fatwa, yurisprudensi, dan peraturan perundang-undangan, serta wawancara terhadap masyarakat untuk melihat penerapannya secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya memiliki kesesuaian substansi dalam menegakkan keadilan tanpa menyalahi prinsip hukum Islam, namun sinergi tersebut belum terimplementasi optimal karena lemahnya dasar normatif dan rendahnya pemahaman masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi sinergi Fatwa MUI dan Yurisprudensi MA memerlukan penguatan dasar hukum yang lebih mengikat serta peningkatan pemahaman masyarakat, dengan menjadikan maqāṣid al-syarī’ah dan ijtihad sebagai landasan konseptual pengembangan hukum kewarisan beda agama.
References
Achmad, D., & Thamrin, A. (2024). Anomali Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam Sistem Hukum Indonesia: Telaah Hukum Responsif. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 22(1), 23–42. https://doi.org/10.32694/qst.v22i1.3011
Afida, H. N. (2023). Pemberian Wasiat Wajibah pada Ahli Waris Non-Muslim Perspektif Hukum Progresif. Islamika: Jurnal Keislaman Dan Ilmu Pendidikan, 5(1), 359–374. https://doi.org/https://doi.org/10.36088/islamika.v5i1.2787
Akbar, A. D., Bestari, P., & Mahpudz, A. (2025). Model Implementasi Kebijakan Van Meter dan Van Horn dalam Tinjauan Pengelolaan Sampah di Kelurahan Kebon Jayanti. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.2808
Ali, M. M. (2021). SOSIALISASI HUKUM DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT. An-Natiq: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 01(01), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.33474/an-natiq.v1i1.9068
Arliati, N., A, R. A., Nurinsani, A., & Kurniati. (2026). Dinamika Pemikiran Hukum Islam Kontemporer dalam Menghadapi Arus Modernitas. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik Dan Hukum Indonesia, 3(1), 33–43. https://doi.org/10.62383/amandemen.v3i1.1499
As-Sijistaniy, A. D. S. B. A.-‘Asy’ast B. I. B. B. B. S. B. ‘Amr A.-A. (n.d.). Ensiklopedi Hadits-Kitab 9 Imam: Sunan Abu Daud.
Editya, M. L., Purwanti, E., & Djun’Astuti, E. (2023). Penyelesaian Hukum Dalam Waris Adat Batak Toba Terhadap Ahli Waris Muslim. Tanjungpura Acta Borneo Jurnal, 1(2), 158–171. https://doi.org/10.26418/tabj.v1i2.58938
Enrico, S. (2019). Peran Yurisprudensi Dalam Sistem Hukum di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 16(1), 84. https://doi.org/https://doi.org/10.31078/jk1615
Fauzan, R. A., Amaliya, L., & Abas, M. (2025). Wasiat Wajibah Dalam Sistem Kewarisan Islam Di Indonesia: Studi Kasus Yursprudensi Dan Implikasinya Bagi Ahli Waris Non-Muslim. Widya Yuridika: Jurnal Hukum, 8(1), 83–94. https://doi.org/https://doi.org/10.31328/wy.v8i1.5890
Gani, N. A. (2017). Wasiat Wajibah Sebagai Penambah Hukum Oleh Hakim Dalam Perkara Waris Beda Agama (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 16 K/ AG /2010). Jurnal Hukum Dan Peradilan, 6(2), 317–336. https://doi.org/10.25216/JHP.6.2.2017.317-336
Harahap, N. S., & Dasopang, N. (2025). Hak Waris Beda Agama Perspektif Maqashid Syari’ah. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 3(2). https://doi.org/https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i2.986
Ilma, R. A., Adhelia, T., & Iqbal, M. N. (2025). The Concept of Fatwa In The Perspective of Islamic Law. Jurnal Ilmu Hukum, 15(02), 120–129. https://doi.org/10.58471/justi.v15i02
Indonesia, K. A. R. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat, Kementrian Agama RI. Retrieved from https://pustakalajnah.kemenag.go.id/detail/135
Indonesia, R. (n.d.). Direktori Putusan Mahkamah Agung. Retrieved from https://share.google/xl8hJikrqnlTY9EJB
Jarchosi, A. (2020). Pelaksanaan Wasiat Wajibah. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 2(1), 77–90. https://doi.org/10.37876/adhki.v2i1.34
Khalisha, N., & Zubaedah, R. (2021). Ketentuan Penyerahan Wasiat Wajibah Kepada Ahli Waris Yang Berbeda Agama Di Pengadilan Dan Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Pengadilan Agama Bekasi Nomor 0024 / Pdt . P / 2016 / PA . Bks. El-Faqih: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 7(2), 1–24. https://doi.org/https://doi.org/10.29062/faqih.v7i2.238
Maizal, A. Z., Eva, Y., & Marwan, S. (2022). Kewarisan Beda Agama dalam Putusan-Putusan Hakim di Indonesia. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 20(2), 143–155. https://doi.org/10.32694/qst.v20i2.1927
Majelis Ulama Indonesia. (n.d.). Fatwa MUI Nomor: 5/MUNAS VII/MUI/9/2025 Tentang Kewarisan Beda Agama. Retrieved from https://share.google/L0O0SGvjcy5QfaMX8
Munir, M., Marilang, & Akmal, A. M. (2025). Relevansi Perbedaan Agama Sebagai Penghalang Waris: Perspektif Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Jurnal Locus: Penelitian Dan Pengabdian, 4(1), 1064–1078. https://doi.org/10.58344/locus.v4i1.3784
RI, M. A. (n.d.). Yurisprudensi MA Nomor 1/Yur/Ag/2018.
RI, M. A. (2010). Putusan Nomor 16 K/AG/2010.
Risma, & Andaryuni, L. (2025). Islamic Law as A Cultural and Social Phenomenon. International Journal on Advanced Science, Education, and Religion (IJoASER), 8(3), 80–89. https://doi.org/10.33648/ijoaser.v8i3.1147
Rofiq, A. (2016). Teori Kebenaraan Dalam Pemikiran Hukum Al-Ghazaly (1058-1111 M): Kajian Filosofis-Metodologis. International Journal Ihya’ Ulum Al-Din, 18(2), 181–216. https://doi.org/10.21580/ihya.17.2.1736
Siswoyo, A. P., MTVM, S. M., & Sutrisno. (2025). Perbandingan Penetapan Yang Diberikan Oleh Hakim Dalam Menghadapi Permohonan Pembagian Waris Antara Ahli Waris Dan Pewaris Yang Berbeda Agama. Legal Spirit, 9(1), 61–70. https://doi.org/10.31328/ls.v9i1.5670
Surono, Y., Nurjanah, S., Zulaikha, S., & Hermanto, A. (2025). Pemikiran Ibnu Asyur Terhadap Modernisasi Hukum Islam. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(6), 11–18. Retrieved from https://doi.org/10.5281/zenodo.15356169
Tohari, C. (2017). Rekonstruksi Hukum Kewarisan Beda Agama Ditinjau Dari Al-Uṣūl Al-Khamsah. Mazahib, 16(1), 1–16. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21093/mj.v16i1.625
Triwibowo, P. (2025). Sistem Hukum di Indonesia menurut Teori Lawrence M. Friedman. Retrieved from https://www.kantorhukumpuguhtriwibowo.com/2025/03/sistem-hukum-di-indonesia-menurut-teori.html
Tsabita, K. (n.d.). Gagasan Pengaturan Wasiat Wajibah Bagi Ahli Waris Beda Agama dalam Kompilasi Hukum Islam. JOLSIC: Journal of Law, Sociaty, and Islamic Civilization, 5(2), 17–38. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/jolsic.v5i2.50562







