Penerapan Teori Hukum Responsif dalam Pembentukan Regulasi di Indonesia
Article Metrics
Abstract view : 384 timesAbstract
Penelitian ini menganalisis penerapan prinsip Hukum Responsif dalam pembentukan regulasi di Indonesia dengan meninjau berbagai persoalan yang muncul dalam praktik legislasi dan sejauh mana prinsip tersebut dapat meningkatkan kualitas sistem hukum nasional. Fokus penelitian mencakup peningkatan jumlah regulasi, tumpang tindih peraturan, ketidakpastian hukum, serta keterbatasan mekanisme evaluasi dan harmonisasi regulasi. Penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode kualitatif, meliputi pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, literatur akademik, serta laporan lembaga dianalisis melalui pemikiran deduktif-induktif dan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah regulasi meningkat signifikan, kualitasnya masih kurang memadai sehingga menimbulkan kompleksitas, inkonsistensi, dan kesulitan implementasi. Partisipasi publik, evaluasi regulasi, dan harmonisasi antarperaturan masih terbatas, sehingga regulasi belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan nasional. Integrasi prinsip Hukum Responsif, seperti keterbukaan, partisipasi publik yang substantif, akuntabilitas, dan keberpihakan terhadap kepentingan sosial, menjadi penting untuk memastikan regulasi tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga keadilan substantif. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dengan menawarkan pedoman bagi pembentukan regulasi yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap dinamika sosial di Indonesia.
References
Asmarudin, I., Fauzan, M., Nasihuddin, A. A., Ardhanariswari, R., Hariyanto, H., & Nunna, B. P. (2024). Initiating the Reform of Principle Norms in the Formation of Laws in Indonesia. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 12(2), 208–226. https://doi.org/10.29303/ius.v12i2.1390
BPHN. (2024). Analisis dan Evaluasi. https://bphn.go.id/dpage/reports/res_anev
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed). SAGE Publications.
Faisal, Yanto, A., Rahayu, D. P., Haryadi, D., Darmawan, A., & Manik, J. D. N. (2024). Genuine paradigm of criminal justice: Rethinking penal reform within Indonesia New Criminal Code. Cogent Social Sciences, 10(1), 2301634. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2301634
Farhan, M., & Rosidin, U. (2025). Supremasi Konstitusi di Tengah Legislasi Cepat: Urgensi Penguatan Wewenang Mahkamah Konstitusi. I’tiqadiah: Jurnal Hukum Dan Ilmu-Ilmu Kesyariahan, 2(2), 97–112. https://doi.org/10.63424/itiqadiah.v2i2.349
Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.
Hutabarat, P., & Markoni, M. (2022). Analisis Yuridis terhadap Perlindungan Hukum Investasi Asing di Indonesia setelah Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Jurnal Syntax Admiration, 3(12), 1589–1594. https://doi.org/10.46799/jsa.v3i12.522
Irianto, S. (2012). Kajian sosio-legal (Edisi pertama). Pustaka Larasan bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Leiden, Universitas Groningen.
Irianto, S., & Shidarta. (2011). Metode Penelitian Hukum: Konstelasi dan Refleksi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Jazuli, M. R., Idris, M. M., & Yaguma, P. (2022). The importance of institutional quality: Reviewing the relevance of Indonesia’s Omnibus Law on national competitiveness. Humanities and Social Sciences Communications, 9(1), 334. https://doi.org/10.1057/s41599-022-01343-w
Kasiyati, S. (2020). Law Enforcement in Indonesia in Perspective of Transcendental Legal Justice Paradigm. Journal of Transcendental Law, 2(2), 100–114. https://doi.org/10.23917/jtl.v2i2.11855
Manasseh, C. O., Logan, C. S., & Ede, K. K. (2024). Rule of Law, Regulatory Quality and investment Growth in Nigeria: An Impact Analysis. Journal of Economics, Management and Trade, 30(10), 38–57. https://doi.org/10.9734/jemt/2024/v30i101247
Marzuki, M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.
Ningrum, S., Dwiputri, D. A., Agus, R., Fazarani, F., & Roseline, H. (2025). Policy Harmony or Dissonance? Investigating Alignment in Indonesia’s Multi-Level Governance System. Journal of Ecohumanism, 3(8). https://doi.org/10.62754/joe.v3i8.5741
Nonet, P., Selznick, P., & Kagan, R. A. (2017). Law and Society in Transition: Toward Responsive Law (First edition). Taylor and Francis.
Pahlevi, A. N., Permatasari, N., & Kania, D. (2025). Comparison of the Application of Responsive Legal Theory in Responding to Social Change in the Criminal Law and Civil Law. Bengkoelen Justice: Jurnal Ilmu Hukum, 15(1), 1–16. https://doi.org/10.33369/jbengkoelenjust.v15i1.40023
Polontoh, H. M. (2025). Omnibus Law Policy in Encouraging Investment: Between Deregulation and Potential Legal Loopholes. Ipso Jure, 2(7), 12–24. https://doi.org/10.62872/k31h8958
Putri, N. K., Simeulu, A., Fitri, F. A., Trilia, I., Mulitalia, & Adisma, M. F. (2024). Disharmonisasi Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia Antara Bentuk Penyebab dan Solusi. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 55–63. https://doi.org/10.71153/wathan.v1i1.17
Rizki, D., Sari, E., & Yusrizal, Y. (2022). Penerapan Hukum Responsif dalam Pembentukan Undang-Undang di Indonesia. Suloh:Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 10(1), 31. https://doi.org/10.29103/sjp.v10i1.7934
Saputra, I. E., & Rahman, A. (2024). Reformasi Sistem Perundang-Undangan Indonesia: Strategi Pembentukan Lembaga Independen untuk Menangani Hiper-Regulasi: Reform of Indonesia’s Legal System: Strategies for Establishing Independent Institutions to Address Hyper-Regulation. JAPHTN-HAN, 3(1), 69–88. https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v3i1.159
Sidharta, B. A. (2009). Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah penelitian tentang fundasi kefilsafatan dan sifat keilmuan Ilmu Hukum sebagai landasan pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia (Cet ke-3). Mandar Maju.
Su, B. R. (2025). Dari Teori ke Praktik: Strategi Responsivitas Hukum terhadap Tantangan Ekonomi dan Sosial. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(10). https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i10.1017
Tamanaha, B. Z. (2001). A general jurisprudence of law and society. Oxford University Press.
Wahdini, M., Habibi, A., & Shaleh, M. N. (2025). Legal Products and Political Configuration in Post-Amendment Indonesia: Narratives, Actors, and the Influence of the Digital Society. Contemporary Society and Politics Journal, 4(1), 36–51. https://doi.org/10.32939/cspj.v4i1.5678
Wibowo, A., Dimyati, A. R., & Junaedi, J. (2025). Mewujudkan Sistem Hukum Nasional yang Adil dan Efektif: Urgensi Penataan Regulasi dalam Perspektif Politik Hukum di Indonesia. Journal of Contemporary Law Studies, 2(3), 223–236. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i3.3793
Winarno, A. (2025). Integrasi Pendekatan Sosiologi Hukum dalam Perumusan Kebijakan Hukum yang Responsif terhadap Realitas Sosial. SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial, 3(2), 164–173. https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1404
World Bank. (2025). Indonesia Regulatory quality—Data, chart. TheGlobalEconomy.Com. https://www.theglobaleconomy.com/Indonesia/wb_regulatory_quality/
Yudanti, A., & Setiadi, W. (2022). Problematika Pembentukan Regulasi Indonesia Dalam Perencanaan Pembentukan Regulasi Dengan Perencanaan Pembangunan Daerah. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 5(1), 27–40. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v5i1.4973







